Senin, 02 Juli 2012

Workshop Pemanfaatan dan Pemaksimalan Blog untuk Dunia Bisnis dan Online (Day 1)

   Dimulai pukul 10.00 acara telah dimulai, yaitu workshop pemanfaatan dan pemaksimalan blog untuk dunia bisnis dan juga online, bertempat di Auditorium untuk acara pembukaannya, tapi pelatihan dilakukan di dalam ruang SEC Perpustakaan STIKOM SURABAYA. memang telat 1 jam, yang awalnya telah direncanakan sesuai jadwalnya jam 09.00 harus molor karena kurangnya peserta dan berbagai hal lainnya.

   acara dibuka oleh Lala pada jam 10.05 kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Mr. Okto Ons yang mewakili Kaprodi Mr. Erwin Sutomo yang berhalangan hadir karena adanya sesuatu keperluan. tepat pukul 10.15 para peserta diarahkan menuju perpustakaan untuk melakukan pelatihan yang berhasil dengan susah payah mengumpulkan kurang dari 20 orang. 

   workshop yang ditentori oleh mas Frenavit Putra seorang yang sudah berpengalaman di dunia blogging dan telah berkali-kali mendapatkan profit dari hasil blogging. mulai menjelaskan tentang blog, apa itu blog? untuk apa itu blog? dan dengan blog itu nantinya pengen bisa apa sih? semuanya dengan jelas telah dipaparkan oelh beliau yang mempunyai website Frenavit.com dan juga menghandle blog-blog lainnya seperti tugupahlawan.com dan juga lain-lainnya.

   seperti di jelaskan, bahwa blogging merupakan creater, mengapa disebut creater? karena seorang blogger itu harus membuat tulisan-tulisan atau postingan yang mana mempunyai nilai baru, hangat namun bermanfaat untuk orang lain, itu mengapa seorang blogger tidak boleh sembarangan memposting berita-berita yang bersifat HOAX. seperti di dalam dunia networking yang dikenal white hacker  dan juga Black hacker. sama seperti ha tersebut, di dunia blogging juga dikenal seperti itu, white blogger untuk para blogger yang memberikan ilmu dan juga pemikirannya untuk publik, sedangkan untuk black blogger hampir sama dengan black hacker yang merugikan orang lain. seperti misalnya teknologi auto generate content yang ada pada blog yang dimanfaatkan untuk para blogger yang males nulis, namun ingin memposting sesuatu. jadi dengan cara tersebut apa yang akan dicari oleh pembaca sebenarnya tidak ada di dalam blog. blog tersebut akan mengarahkan ke blog lainnya. salah satu cir-cirinya apabila kita searching di google, keyword yang dipisah yang seharusnya berupa tanda minus (-) atau underscot (_) menjadi tanda (+).

sebenarnya jenis-jenis blog itu apa ja sih? ini dia..
Tema blog:
1. personal blog /diary blog
2. sport
3. travelers
4. kuliner
5. techno & gadget
6. monetize blog
7. etc.

masih banyak lagi jenis-jenis yang lainnya. namun yang paling banyak adalah tentang blog pesonal yang menceritakan berbagai pengetahuan dari orang lain atau cerita tenang apa yang dilihatnya.belum lagi e-commerce yang sekarang ini sangat berguna dan juga banyak dimanfaatkan. ngebahas blog itu ga habis-habis. apalagi provider-provider blog yang banyak, sepeti blogger atau blogpsot dan juga wordpress. isa keriting nih tangan ngetik mulu. 

oke, untuk sementara ini dulu ketikanku dari hasil worshop hari ini. besok disambung lagi..
Makasih..


Senin, 23 April 2012

Protokol Routing





Nama: Hafidh Evanisa Cahya
Nim   : 10410100257



Sekilas Protokol Routing 

Satu tujuan utama dari sebuah Protokol IP routing adalah agar router bisa secara otomatis menambahkan daftar rute didalam tabel routing-nya, juga sekaligus menentukan rute terbaik jika ternyata untuk satu tujuan ditemukan beberapa rute yang bisa ditempuh. Tujuannya sederhana, tapi prosesnya bisa sangat rumit.
Protokol Routing membantu router untuk mempelajari rute dengan cara saling meng-advertise rute yang telah mereka ketahui. Setiap router pada awalnya hanya mengetahui rute pada subnet yang terhubung langsung dengannya. Kemudian, masing-masing router saling mengirimkan pesan yang berisi daftar rute dalam tabel routingnya. Ketika sebuah router menerima update pesan routing dari router lainnya, maka router akan mempelajari pesan routing tersebut, dan jika terdapat rute dalam pesan tersebut yang belum ada dalam tabel routingnya, maka router akan menambahkannya kedalam tabel routing. Jika semua router saling berpartisipasi dan bertukar pesan routing seperti ini, maka akhirnya setiap router akan mengetahui semua rute dalam satu internetwork.
Classless and Classful Routing Protocols
Beberapa protokol routing masih harus mempertimbangkan pengelompokan network kedalam kelas A,B,atau C dan beberapa protokol routing yang lain mengabaikan aturan pengelompokan seperti ini. Protokol jenis pertama disebut classful routing protocols;  dan yang kedua disebut classless routing protocols.
6-classless-classfull.jpg
Jenis-jenis protokol routing
1.       Classfull routing
Classful merupakan metode pembagian IP address berdasarkan kelas dimana IP address ( yang berjumlah sekitar 4 milyar ) dibagi kedalam lima kelas yakni :
·         Address kelasA 1 bit pertama IP Address-nya“0”
·         Address kelas B 2 bit pertama IP Address-nya“10”
·         Address kelas C 3 bit pertama IP Address-nya“110”
·         Address kelas D 4 bit pertama IP Address-nya“1110”
·         Address kelas E 4 bit pertama IP Address-nya“1111”
Classful routing protocols merupakan suatu protocol dimana protokol tersebut membawa routing mask information ketika update routing atau routing advertisements dan juga membawa informasi ip-address saja, serta menggunakan informasi default mask sebagai mask-nya.

Kelemahan
kelemahan dari classful routing protocols ialah tak dapat mensupport VLSM (Variable Length Subnet Mask) dan Supernetting
Contoh dari classful routing protocols ialah:
·         1. RIP V1
·         2. IGRP
Kelebihan
2.       Classless routing
Metode classless addressing (pengalamatan tanpa kelas) saat ini mulai banyak diterapkan, yakni dengan pengalokasian IP Address dalam notasi Classless Inter Domain Routing(CIDR). Istilah lain yang digunakan untuk menyebut bagian IP address yang menunjuk suatu jaringan secara lebih spesifik, disebut juga denganNetwork Prefix. Biasanya dalam menuliskan network prefix suatu kelas IP Address digunakan tanda garis miring (Slash)“/”, diikuti dengan angka yang menunjukan panjang network prefix ini dalam bit.
Contoh: 192.168.0.0/24

Classless routing protocols ‘memanjangkan’ standard skema IP Adress Class A, B, atau C dengan menggunakan subnet mask atau mask length sebagai indikasi bahwa router harus menejemahkan IP network ID. Classless routing protocols memasukan subnet mask bersama dengan IP address ketika mencari informasi routing.
Contoh dari Classless routing protocols ialah:
1.       RIP v2
2.      OSPF
3.      Border Gateway Protocol version 4 (BGP4)
4.      Intermediate System to Intermediate System (IS-IS)

Rabu, 29 Februari 2012

Resume Jarkom

 Nama: Hafidh Evanisa Cahya
 NIM  : 10410100257
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 OPEN SYSTEM INTERCONNECTION (OSI)

Latar Belakang

Masalah utama dalam komunikasi antar komputer dari vendor yang berbeda adalah karena mereka mengunakan protocol dan format data yang berbeda-beda. Untuk mengatasi ini, International Organization for Standardization (ISO) membuat suatu arsitektur komunikasi yang dikenal sebagai Open System Interconnection (OSI) model yang mendefinisikan standar untuk menghubungkan komputer-komputer dari vendor-vendor yang berbeda.
Model-OSI tersebut terbagi atas 7 layer, Setiap layer bertanggungjawwab secara khusus pada proses komunikasi data. Misal, satu layer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya “error” selama proses transfer data berlangsung.
Model Layer OSI dibagi dalam dua group: “upper layer” dan “lower layer”. “Upper layer” fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network Engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada “lower layer”. Lower layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.



Tujuan OSI
Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protokol jaringan dan metode transmisi.

Aliran OSI


Aliran proses OSI 7 layer dalam jaringan oleh user yang pertama melalui pengiriman data yang pertama adalah application layer berupa user interface kemudian dipecah menjadi presentation layer  berupa enkripsi-enkripsi data, tahap selanjutnya data tersebut dipisah lagi menjadi bagian terkecil atau bit. Kemudian data-data sebelumnya di transport atau dikirim kepada tujuannya yang selanjutnya dirubah menjadi paket-paket atau encapsulasi data berupa IP  yang terjadi pada tahap network. Dari IP yang ada dilakukan mac address atau trasnformasi raw data yang telah bebas dari kesalahan transisi untuk nantinya memindahkan bit yamng ada.
Sebaliknya pembalikan dilakukan atau terjadi pada jaringan atau komputer yang lainnya yang kemudian secara bertahap melakukan hal yang sama dari physical layer sampai application layer sehingga data dari komputer user yang mengirim akan diterima oleh user yang lainnya.
     

Tujuan dan Pengertian tiap Layer

§      Layer Physical
Ini adalah layer yang paling sederhana; berkaitan dengan electrical (dan optical) koneksi antar peralatan. Data biner dikodekan dalam bentuk yang dapat ditransmisi melalui media jaringan, sebagai contoh kabel, transceiver dan konektor yang berkaitan dengan layer Physical. Peralatan seperti repeater, hub dan network card adalah berada pada layer ini.


§      Layer Data-Link
Layer ini sedikit lebih “cerdas” dibandingkan dengan layer physical, karena menyediakan transfer data yang lebih nyata. Sebagai penghubung antara media network dan layer protocol yang lebih high-level, layer data link bertanggung-jawab pada paket akhir dari data binari yang berasal dari level yang lebih tinggi ke paket diskrit sebelum ke layer physical. Akan mengirimkan frame (blok dari data) melalui suatu network. Ethernet (802.2 & 802.3), Tokenbus (802.4) dan Tokenring (802.5) adalah protocol pada layer Data-link.

§      Layer Network
Tugas utama dari layer network adalah menyediakan fungsi routing sehingga paket dapat dikirim keluar dari segment network lokal ke suatu tujuan yang berada pada suatu network lain. IP, Internet Protocol, umumnya digunakan untuk tugas ini. Protocol lainnya seperti IPX, Internet Packet eXchange. Perusahaan Novell telah memprogram protokol menjadi beberapa, seperti SPX (Sequence Packet Exchange) & NCP (Netware Core Protocol). Protokol ini telah dimasukkan ke sistem operasi Netware. Beberapa fungsi yang mungkin dilakukan oleh Layer Network:
·       Membagi aliran data biner ke paket diskrit dengan panjang tertentu
·       Mendeteksi Error
·       Memperbaiki error dengan mengirim ulang paket yang rusak
·       Mengendalikan aliran

§      Layer Transport
Layer transport data, menggunakan protocol seperti UDP, TCP dan/atau SPX (Sequence Packet eXchange, yang satu ini digunakan oleh NetWare, tetapi khusus untuk koneksi berorientasi IPX). Layer transport adalah pusat dari mode-OSI. Layer ini menyediakan transfer yang reliable dan transparan antara kedua titik akhir, layer ini juga menyediakan multiplexing, kendali aliran dan pemeriksaan error serta memperbaikinya.

§      Layer Session
Layer Session, sesuai dengan namanya, sering disalah artikan sebagai prosedur logon pada network dan berkaitan dengan keamanan. Layer ini menyediakan layanan ke dua layer diatasnya, Melakukan koordinasi komunikasi antara entiti layer yang diwakilinya. Beberapa protocol pada layer ini: NETBIOS: suatu session interface dan protocol, dikembangkan oleh IBM, yang menyediakan layanan ke layer presentation dan layer application. NETBEUI, (NETBIOS Extended User Interface), suatu pengembangan dari NETBIOS yang digunakan pada produk Microsoft networking, seperti Windows NT dan LAN Manager. ADSP (AppleTalk Data Stream Protocol). PAP (Printer Access Protocol), yang terdapat pada printer Postscript untuk akses pada jaringan AppleTalk.

§      Layer Presentasion
Layer presentation dari model OSI melakukan hanya suatu fungsi tunggal: translasi dari berbagai tipe pada syntax sistem. Sebagai contoh, suatu koneksi antara PC dan mainframe membutuhkan konversi dari EBCDIC character-encoding format ke ASCII dan banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. Kompresi data (dan enkripsi yang mungkin) ditangani oleh layer ini.

§      Layer Application
Layer ini adalah yang paling “cerdas”, gateway berada pada layer ini. Gateway melakukan pekerjaan yang sama seperti sebuah router, tetapi ada perbedaan diantara mereka. Layer Application adalah penghubung utama antara aplikasi yang berjalan pada satu komputer dan resources network yang membutuhkan akses padanya. Layer Application adalah layer dimana user akan beroperasi padanya, protocol seperti FTP, telnet, SMTP, HTTP, POP3 berada pada layer Application.